Viktor Madur Pamit dari KBPP Diiringi Air Mata Haru

Ruteng,  Tribun Nusantara  - Pribadi Drs. Viktor Madur, mantan Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kabupaten Manggarai, NTT, yang terkenal dekat dengan bawahan, disukai semua lapisan masyarakat itu sudah pamit resmi dari BKBPP karena dirinya sudah purna bakti mengabdi bangsa dengan mengundurkan diri dari PNS sesuai dengan UU ASN No.5 Tahun 2014.


Bekas Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Sosnaketrans) itu memutuskan untuk mengundurkan diri dari PNS pasca dipinang oleh Wakil Bupati Manggarai, Dr. Deno Kemelus, SH, MH dengan nama Paket Deno-Madur untuk bertarung pada 9 Desember 2015. Viktor Madur bersama Deno Kamelus diusung oleh beberapa parpol dan mendapat nomor urut satu.



Saat sambutan singkatnya di depan bekas rekan kerjanya di BKBPP, Madur menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pegawai yang telah secara bersama-sama menyukseskan program kerja di BKBPP selama kepemimpinannya.



Menurutnya, perpisahan kali ini bukan akhir dari perjuangan tetapi awal bakti cinta yang sudah terpatri dalam sanubari yang sudah pernah dipupuk bersama-sama. Dia menitipkan pesan, dalam bekerja tidak boleh ada jurang perbedaan antara bawahan, atasan, jabatan, kedudukan dan termasuk kemampuan.



Dalam karya hidup, pesannya pula, tidak boleh ada kerja, sikap yang merugikan orang lain. Tiap manusia memiliki kecerdasan, baik intelektual, emosional, sosial dan spiritual akan tetapi kecerdasan pertama yang perlu dikedepankan adalah perilaku yang baik. Menanamkan siap yang baik adalah modal dasar untuk mencapai target kerja dalam kebersamaan.



Soal politik,  kata pria yang popular sederhana dan santun itu, hanya momen mencari pemimpin.  Politik itu mudah diucapkan namun sukar dilaksanakan. Politik tentu sifatnya sesaat, tetapi keluargaan dan suasana kondusif yang perlu terus dijaga. Soal menang itu tergantung kedaulatan rakyat, itu hak rakyat.

“Viktor Madur tidak sedang mencari kekayaan, kursi empuk dan segala yang tidak halal, tidak sedang mencari kemegahan. Kita syukuri saja apa yang kita miliki, sebab apa gunanya kita memiliki harta tetapi batin kita terganggu karena semua itu tidak ada gunanya”, ucap pria yang sederhana nan sejuk tersebut.



Pria yang kebapakan dan aktif dalam kegiatan kerohanian itu, di akhir sambutan singkatnya membawakan sebuah pantun yang indah: “Bunga cendawan, bunga selasih. Terima kasih”. Para pegawai pun terharu-haru sembari bertepuk tangan.



PLT Kepala BKBPP Kabupaten Manggarai, Yosephine Christianie, SH, yang juga mantan Sekretaris BKBPP kemudian memberikan cenderamata berupa cincin emas kepada Drs. Viktor Madur didampingi istrinya tercinta. Penyerahan cendramata, dalam ruangan itu diiringi tangisan dan air mata haru. Suasana keakraban, ayah dan anak itu memeriahkan acara yang kendati sederhana tetapi amat sarat makna dihiasi linangan air mata cinta.



Paul Hasiman, salah seorang staf di BKBPP menuturkan kesannya, Viktor Madur bukan penguasa. Dia, Viktor Madur selalu mengedepankan kasih sayang. Bahkan, tidak ada satupun pegawai yang dianaktirikan. Viktor Madur selalu santun, rendah hati, sederhana namun berwibawa.



“Saya sudah lama berkarya di BKBPP, saya temukan seorang Kepala Dinas yang amat luar biasa. Dia suka menyapa dan tidak membeda-bedakan staf. Soal urusan kedinasan, Bapak Viktor tidak pandang buluh bahkan setiap urusan kedinasan, semua pegawai diutusnya bahkan semua sudah pernah naik pesawat. Dia selalu menggugat dan memberikan rasa tanggung jawab kepada stafnya untuk semua terlibat dalam urusan menyukseskan pembangunan dengan menjalankan program di BKBPP. Itu salah satu kesan yang saya alami”, ucap Hasiman.  (Melky Pantur)






Tidak ada komentar: