Ruteng, Tribun Nusantara - Pendamping setia, Dr. Deno Kamelus, SH, MH, Wakil Bupati Manggarai periode 2005-2015, yang juga turut maju dalam pertarungan Bupati Manggarai 2015-2020, bersama calon Wakilnya, Drs. Viktor Madur mempunyai banyak cita-cita membangun Manggarai lima tahun ke depan manakala dimandatkan oleh rakyat Manggarai pada 9 Desember 2015.
Ibu Yeni, yang akrab disapa masyarakat Manggarai, sekaligus Anggota DPRD Propinsi NTT dari dapil Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai Timur dari Partai PAN, saat diwawancarai media ini di Rujab Kantor Bupati Manggarai, Kamis (10/9/2015) mengatakan Manggarai harus dibangun dengan memperkuat ekonomi rakyat dari sisi pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan dan kelautan, kemudian kesehatan dan pendidikan yang berkualitas mulai dari SD hingga PT.
Untuk bidang pertanian, misalnya menaman pisang (goreng), pisang ambon, kacang panjang, buncis, kentang, wortel cocok termasuk bengkuang yang cocok ditanam di Langke Rembong dan Ruteng. Bidang perkebunan, akan ditanam anggur, apel, mangga, melon, semangka cocok yang cocok di Reok. Kemudian, jambu mete, papaya bangkok, sawo, rambutan, durian cocok di wilayah Cibal dan Cibal Barat. Sedangkan, Lelak cocok untuk tanaman jeruk.
Bidang perikanan, Langke Rembong cocok untuk budidaya ikan mas, nila dan lele. Sedangkan, wilayak Reok dan Reok Barat cocok budidaya bandeng dan udang.
Bidang peternakan, misalnya budidaya sapi ternak lainnya. Ada beberapa sapi yang harus ditingkatkan, misalnya sapi biasa, sapi perah, dan sapi metal. Pengelolaannya, kata dia, dengan memanfaatkan pakan dari hasil pertanian dan perkebunan.
Budidaya sapi sebenarnya di soal pakan yang sebenarnya memperolehnya cukup begitu mudah. Pakan ternak untuk sapi jika dibandingkan dengan orang di Sumetera dan Jawa, selain pakan rerumputan yang lain bisa memanfaatkan pakan dari kulit kacang tanah, kulit kopi, bongkol jagung, batang jagung termasuk jerami. Caranya sederhana harus digiling hingga dihaluskan lalu diberikan kepada ternak daripada dibuang percuma.
Tentu bantuan berupa ternak sapi harus diserahkan ke bapak-bapak, sedangkan ibu-ibu harus diberikan ternak babi. Ini diharapkan bisa fokus. Hal itu memang butuh bantuan dari pemerintah.
Bayangkan, tambahnya, sapi metal beratnya sampai satu ton bisa hingga 15 juta rupiah. Selain itu, dengan pakan tersebut di atas berat sapi per hari bisa mencapai berat 1 kilogram. Ini yang membuat masyarakat Manggarai bisa terbantu.
Bidang kesehatan, misalnya membangun puskesmas yang handal. Menurutnya, Pemkab Manggarai melalui Dinas Kesehatan sudah maksimal membangun pusat kesehatan masyarakat, termasuk polindes dan poskesdes. Sebenarnya, hal itu harus terus didorong dengan tentu dasarnya adalah listrik di desa-desa harus mendukung penuh. Hal yang masih kurang adalah adalah alat USG. Di tiap-tiap puskesmas harus ada alat USG untuk membantu ibu-ibu yang mau USG, hal itu turut membantu ekonomi rakyat.
Dia juga berharap agar Pemprov NTT harus memperhatikan 22 kabupaten/kota di NTT terutama alat cuci darah. “Selama ini di NTT, alat cuci darah hanya ada di RSUD di Kupang, di tempat lain semestinya ada. Jika Pemprov NTT mau membantu, maka Pemkab harus mendukung dari sisi tenaganya.
Bidang pendidikan, banyak hal yang perlu ditingkatkan, misalnya sarana teknologi berupa bantuan computer ke sekolah-sekolah mulai dari SD hingga SMA/SMK. Selain itu, bisa juga dibangun sekolah-sekolah baru. Bangun sekolah baru memang harus ditunjang dengan tenaga pengajar yang handal, yah tenaga-tenaga pendidik itu harus dibantu dengan didorong untuk menimba ilmu ke jenjang yang lebih tinggi.
Terkait dengan STKIP St. Paulus Ruteng dan STIPAS St. Sirilus Ruteng, juga harus mendapatkan perhatian dari pemerintah kabupaten. Pemkab dalam hal ini, harus membantu agar lebih berkelas. Bentuknya berupa donasi pemerintah bila ada kegiatan medis bagi perawatan, bantu tenaga pengajar dan peralatan-peralatan yang diperlukan. Di sini pemerintah harus siap menfasilitasi.
Soal PKK, dirinya tegaskan, fokus PKK sebetulnya banyak selain mengurus kematian ibu dan anak juga memperhatikan gizi buruk. Ada 10 program pokok PKK di kabupaten. 10 program tersebut tentu kerjasama dengan SKPD terkait dengan melakukan kegiatan di desa-desa.
Salah satu kegiatan PKK adalah dibuatnya apotik hidup. Apotik hidup tersebut berupa memanfaatkan perkarangan dan perkebunan untuk menanam berbagai jenis tetumbuhan obat-obatan, sayuran yang bermanfaat bagi kehidupan termasuk bumbu-bumbu dapur. Ini dengan maksud menghemat biaya terutama pangan rumah tangga dan kesehatan. Ini memang keseriusan karena harus turun langsung mengajar ibu-ibu di kampung.
Dari sisi infrastruktur jalan, berikutnya tinggal peningkatan dan pembukaan ruas jalan baru. Soal jalan, tanggapnya, Pemkab Manggarai sudah berupaya keras tinggal penambahan dan peningkatan.
Sedangkan, sikap lainnya adalah beberapa ruas jalan kabupaten harus ditingkatkan menjadi jalan Propinsi atau yang Propinsi harus diperjuangkan menjadi jalan nasional. Jalan kabupaten yang perlu diperjuangkan adalah Cancar-Golowelu. Jalan tersebut segera perlu ditingkatkan menjadi jalan Propinsi.
Soal jalan Propinsi Iteng-Ruteng, Pemprov NTT sudah ada upaya di mana dirinya bersama anggota DPRD Provinsi yang lain telah berusaha memperbaiki jalur tersebut dengan dana dari APBD I sebesar 6 miliar rupiah.
Ditanya soal status dirinya yang masih anggota DPRD Propinsi NTT 2014-2019, ketika suami tercintanya Deno Kamelus dimandatkan rakyat Manggarai, dia tetap menjalankan dua fungsi, yaitu DPRD dan PKK. “Soal status saya, saya berangkat dari pengalaman kepemimpinan CREDO Jilid I dan II. Bagi saya, jika rakyat memandatkan ke suami saya dengan Bapak Viktor Madur, saya tetap menjalankan dua-duanya. Saya bermaksud NTT harus memperhatikan pembangunan di Manggarai dan saya terus memperjuangkan hal itu. Mengenai fungsi PKK, kan tidak tiap hari turun ke masyarakat atau turun mengurus PKK. Hanya sekali-kali saja siding di DPRD Provinsi karena transportasi NTT-Ruteng sudah lancer”, tanggapnya.
Pendapatnya, Manggarai harus diperjuangkan secara bersama-sama, baik oleh Kabupaten juga oleh Provinsi. Hal itu, ujarnya, akan mempermudah akses ke Propinsi karena didorong oleh motivasi yang kuat membangun Manggarai. Manggarai saatnya harus dibantu dan ekonomi masyarakat harus ditingkatkan jangan sampai masyarakat terus bergantung padahal daerah ini punya banyak potensi untuk bisa dibangun dari beberapa sektor yang pernah disebutkan. (Melky Pantur)