BUPATI BANYUASIN PAKSAKAN PANEN RAYA
Banyuasin, Tribunusantara.com - Lahan persawahan tadah hujan seluas 5000 hektar di Dusun 4 dan Dusun 5 Desa Tebing Abang Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin terancam kekeringan dan padi yang saat ini sudah sebagian besar dalam kondisi berbuah terancam gagal panen, jika tidak ada hujan dalam beberapa hari ini. Penyebabnya, areal persawahan milik petani yang berasal dari 10 desa di Kecamatan Rantau Bayur dan Kecamatan Banyuasin III saat ini kondisinya sudah sangat kekurangan pasokan air.Persoalan ini sudah dilaporkan para petani ke Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Banyuasin,namun sayangnya instansi Pemkab Banyuasin ini belum melakukan upaya agar tanaman padi yang sudah berbuah tersebut dapat di selamatkan.
“Areal sawah yang kekurangan pasokan air dan terancam kekeringan seluas 5000 hektar,”kata Nasir (40th) warga Desa Tebing Abang Kepada wartawan Rabu (26/08/2015).
Sawah ini letaknya memang di Desa Tebing Abang,namun warga yang bercocok tanam di sawah ini berasal dari 10 desa yakni Desa Tebing Abang,Desa Rantau Bayur,Desa Pagar Bulan Kecamatan Rantau Bayur. Kemudian Desa Petaling,Galang Tinggi, Rimba Alai, Ujung Tanjung, Terentang, Plajau Ilir dan Sidang Mas.
“5000 hektar sawah ini sebagian besar tanaman padinya sudah berbuah dan sebagian hektar tidak lama lagi akan memasuki masa panen. Namun yang menjadi kekuatiran para petani kondisi sawah sudah sangat kekeringan tanah saja sudah mulai pecah-pecah,ditakutkan jika pasokam air kurang tanaman tidak bisa bertahan dan mati,”
Jika ini terjadi maka gagal panen dan kerugian dipastikan akan dialami para petani. “Para petani sebenarnya sudah melakukan upaya pemasokan air dengan menyedot air sungai dengan mesin air, tapi persoalannya biayanya cukup besar dimana perhari bisa Rp 1 juta sehingga para petani tidak sanggup mengeluarkan biaya sebesar itu, Dan kendala lain jelas Nasir jumlah mesin yang di miliki para petani juga sangat terbatas paling banyak lima mesin dan tentu tidak mampu memenuhi pasokan air untuk 5000 hektar sawah di wilayah ini.
“Seandanya saja kondisi tanaman padi ini baru di tanam mungkin kita biarkan saja,tapi karena tanaman padi sudah sebagian besar berbuah dan menunggu panen, rasanya sayang kalau kita biarkan saja kekurangan air,” .
Dengan luasan 5000 hektar ini, jelas Nasir" bisa menghasilkan beras sebanyak 20.000 ton. “Kalau rata-rata per hektar menghasilkan 4 ton,artinya dengan luas 5000 hektar maka beras yang bisa di hasilkan dari areal sawah ini bisa mencapai 20.000,” katanya.
Masih menurut Nasir,dirinya bersama para petani sudah menyampaikan keluhan ini ke Pejabat Distanak Banyuasin dengan harapan ada solusi untuk mengatasi kekeringan ini. “Pejabat Distanak Pak Sarjono yang membidangi masalah ini sudah kami hubungi terkait persoalan ini sebelum lebaran kemarin. Tapi sampai sekarang belum ada upaya,” katanya kecewa.
Sementara itu,Anggota DPRD Banyuasin Endang Sari mengakui jika sebagian besar areal persawahan di Kecamatan Rantau Bayur Banyuasin mengalami kekeringan. “Kita akui ini dampak dari musim kemarau, karena sebagian sawah ini tanaman padinya sudah berbuah dan bahkan ada yang menunggu panen,rasanya sayang kalau dibiarkan begitu saja,” katanya.
Petani sendiri jelas Politisi PKB ini sudah mengupayakan pasokam air dengan menyedot dengan menggunakan mesin tapi biayanya besar dan jumlah mesinnya kurang. “Saya berharap Distanak Banyuasin mencari solusi, dan jalan keluarnya.
Sedangkan hari ini rabu 26/08/2015 Bupati Banyuasin YAN ANTON FERDIAN.SH mengadakan acara Panen Raya di Desa Pagar Bulan kec.Rantau bayur. Di sisi lain puluhan desa dikec. Rantau bayur petani merasa resah dikarnakan sawah mereka terancam gagal Panen akibat kemarau.
Tokoh masyarakat Desa Tebing abang yang dapat kami temui dikediamanya Basri Umar mengatakan semustinya Bupati harus Kelapangan jangan hanya menerima laporan dari KUPTD atau dinas pertanian saja Panen raya dikec.Rantau bayur tidak layak,menurutnya banyak petani yang menjerit diperkirakan hanya 40% dari 21 desa dikec.Rantau Bayur yang panen selebihnya banyak sawah yang rusak.ungkapnya (Efri)
Tidak ada komentar: