Ruteng, tribunusantara- Warga Gapong dan sekitarnya sudah beberapa tahun menderita kerugian besar pada tanaman kakao mereka.
Menurut Jamun, kakao mereka diserang mulai dari akar, batang bahkan hingga daun, sementara kakao adalah andalan ekonomi rumah tangga selain kopi dan kemiri. “Kami di sini dan beberapa kampung sekitar hanya mengandalkan kopi dan itu pun tidak seberapa”, kata Agus.
Dia mengatakan bahwa Pemkab Manggarai melalui instansi terkait belum memberikan bantuan berupa obat-obatan sejak penyakit kakao melanda perkebunan mereka.
Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Manggarai, Ir. Ganggut Agustinus, MT, saat ditemui media ini di ruang kerjanya mengatakan bahwa pihaknya selama ini tidak mendapat laporan dari Kepala Desa, maupun Camat terkait kendala penyakit yang dijumpai warga.
“Kami tidak mendapat laporan dari Kepala Desa dan Camat. Semestinya, warga harus sampaikan itu ke Kades dan Camat agar dibuatkan proposal. Kami tidak tahu kalau pihak pemerintah desa tidak pernah melaporkan keluhan warganya”, kata Gusty.
Menanggapi kemelaratan warga Gapong, dirinya berjanji akan segera ke lokasi dan segera memberikan obat-obatan kepada warga yang terkena bencana. (Melky Pantur)