RSUD Bangil Terapkan Kawasan Bebas Rokok

PASURUAN, LINTAS BATAS Untuk merubah pola tingkah tingkah laku buruk pada diri seseorang bukanlah  h - al yang mudah,begitu juga kesadaran masyarakat Pasuruan terhadap kesehatan pribadinya dan kepedulian terhadap lingkungan masih sangat rendah,permasalahan tersebut dapat di lihat seputar  lingkungan RSUD Bangil,meski sudah di berikan peringatan melalui papan yang bertuliskan dilarang merokok ,namun sikap acuh tak acuh yang dilakukan oleh keluarga pasien maupun pengujung di RSUD Bangil dengan cueknya merokok.


Pantauan Wartawan  di lingkungan RSUD Bangil masih ada sejumlah orang tanpak dengan santainya menghisap di beberapa sudut ruangan.di sekitarnya banyak terdapat kamar-kamar pasien yang sedang menjalani perawatan.

Agus keluarga pasien tertangkap basah di lobi depan,s edang asyik menikmati tarikan rokoknya, tiba-tiba dua orang petugas cantik,yang ditugaskan mengamankan para pengunjung yang merokok menghampirinya dengan senyum yang ramah mengatakan “maaf sebelumnya pak.di kawasan RSUD bangil dilarang merokok,demi menjaga kesehatan pasien dan kita semua maupun lingkungan,lanjut petugas gimana kalau rokoknya, kami tukar dengan minuman berupa susu atau permen.ajak filda ramah.kemudian Agus warga Keraton Pasuruan menyadari dan menerima ajakan kedua perempuan cantik petugas dari RSUD tersebut.

Agus di hadapan wartawan,menuturkan proses sosialisasi dilarang  merokok di lingkungan RSUD bangil oleh petugas, cukup bagus dengan pendekatan yang  cukup santun membuat pengujung tidak tersinggung atau marah.

Agus menyadari,saya sudah melanggar tulisan dipapan pak..sambil menunjukan jari tangannya kearah tulisan dilarang merokok.Ucapnya malu.di hadapan Wartawan Tribunusantara.com (21/5).
 Direktur RSUD Bangil, dr Agung Basuki, mengatakan pihaknya sudah melakukan beberapa upaya, antara lain dengan memasang tanda larangan merokok. Namun, kata Agung, sejumlah keluarga pasien yang menunggu atau pun pengunjung tetap saja merokok.
 Lanjut Agung “ tidak hanya keluarga pasien atau pembesuk yang merokok, beberapa oknum penjaga parkir dan satpam juga ikut-ikutan merekok. ,diam-diam merokok juga.terangnya.
 Terpisah Dr.dr.Hj.ASLICHAH.,MKes.AFP di ruang kerjanya mengatakan “seharusnya setiap orang yang masuk di dalam kawasan rumah sakit ini tidak diperbolehkan untuk merokok.karena kita terus berkomitmen RSUD Bangil bebas kawasan Rokok Namun untuk mewujudkan hal tersebut dan merubah sikap mental prilaku masyarakat khususnya pada waktu keluargga pasien atau pengunjung di RSUD Bangil , menurutnya butuh waktu.Jelasnya.
 Makanya “kami  menurunkan  dua orang petugas penertipan perempuan cantik untuk menegur mereka (perokok). Kalau yang negur perempuan kan mereka nggak akan marah," Ucap Aslichah sapaan akrabnya Humas RSUD bangil. (21/5) (Rd).


Tidak ada komentar: