Ruteng, LINTAS BATAS - JPIC OFM pada bulan Juni 2015 akan menggelar seminar besar mengenai review kebijakan pertambangan di Kabupaten Manggarai.
Kegiatan tersebut kerjasama dengan Solidaritas Wartawan Manggarai (STAR), GMNI Cabang Manggarai dan PMKRI St. Agustinus Cabang Ruteng.
Seminar akbar yang rencananya diadakan di Aula Missio STKIP St. Paulus Ruteng mengundang Pemkab Manggarai, Walhi, Kooporasi Tambang, JPIC OFM serta masyarakat lingkar tambang untuk memberikan testimoni seputar pengalaman pahit manis di lapangan menghadapi langsung dampak dari tambang.
P. Asisi Goa, OFM selaku Ketua Penyelenggara bersama STAR, Sidus Madi, Hery Harun, Marten Don, John Manasye, Yos, Melky Pantur, Ardy Abba, Kons Hona, Beni Lehot bekerjasama dengan PMKRI dan GMNI sebagai Panitia Penyelenggara.
Dalam diskusi yang cukup alot tersebut, para panitia sempat mengusulkan agar para koorporasi tidak dijadikan sebagai pemateri mengingat akan sangat rawan kritikan karena persoalan tambang di Manggarai memang rumit.
Namun, dalam diskusi yang alot tersebut, para peserta kemudian akan mengundang koorporasi sebagai pemateri dalam seminar dan diharapkan memberikan pencerahan bagi masyarakat tentang aktivitas pertambangan.
Rapat panitia di Pastoran Fransiskus Asisi Karot beberapa hari lalu itu, dalam rangka memperingati hari lingkungan pada 5 Juni 2015 itu akan mengundang para pemerhati lingkungan hidup, LSM, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, DPRD, sekolah-sekolah se-Langke Rembong dan beberapa instansi lain di Ruteng.
P. Asis berharap agar kegiatan dimaksud berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat sekaligus pemahaman bagi masyarakat luas tentang pertambangan terutama Galian A dan B yang masih menjadi polemik besar. (Melky Pantur)
