Curi Buah Mangga, Pelajar Dihajar Sampai Kepala Robek

Nur Cholis pemilik buah Mangga
Pasuruan, Tribunusantara.Com - Naas nasib Muhammad Qori (15) warga Klanggringan Kelurahan Krapyak kecamatan Gadingrejo yang juga siswa SMA negeri di Pasuruan ini, Senin 4/12 pukul.21.15 wib jadi bulan-bulanan warga Perumahan Graha Indah Krapyakrejo kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan. Kepalanya robek karena dipukuli oleh warga menggunakan kayu dan genting cor.

Menurut penuturan pelaku kepada petugas Polsek Gadingrejo saat dimintai keterangannya, Qori mengaku bersama dua rekan seusianya, malam itu sedang berkunjung ke rumah teman sekolahnya di RT.6 bernama Sugeng teman sekolahnya, di Perumahan Graha Indah, malam itu bersama ketiga temannya yang lain berkeliling, mencari pohon mangga yang sedianya akan dimakan bareng-bareng. Kebetulan saat itu di depan rumah Nur Cholis warga RT.6 BLOK M pohon mangganya ranum dan buahnya besar-besar. Ketiganya pun mengambil mangga yang berada di luar pagar rumah Nur Cholis,  dengan masih berada di atas motor, Qori berdiri hendak memetik mangga posisinya kala itu di tengah jalan karena memang buah mangganya menjalar hingga ke jalan-jalan.  Sial, anak dari Nur Cholis memergoki ketiganya lantas diteriaki maling.

Mendengar teriakan maling, istri Nur Cholis pun keluar dan ikut meneriaki maling. Kontan warga sekitar terjaga lalu mengejar pelaku yang terjatuh dan ditinggal lari temannya. Pelaku lari dan dikejar warga. Di depan Masjid Graha indah pelaku kepepet dan dikepung warga, tak ayal pelaku dihakimi oleh warga walaupun sempat ditengahi oleh salah seorang anggota TNI bernama LALU dari satuan Zipur 10 yang juga warga sekitar. Lalu sempat berteriak untuk tidak main hakim sendiri, namun apa daya warga masih saja memukulinya. Menurut saksi dilapangan yang dihimpun wartawan, Pelaku sempat dipukul warga dengan genting sehingga menyebabkan kepalanya bocor.

Aparat Kepolisian Sektor Gading yang menangani kasus ini menjelaskan bahwa kasus pencurian mangga ini sudah diseleseikan secara kekeluargaan. Hadi menyaksikan Kepala kelurahan Krapyakrejo, orang tua pelaku, Nur Cholkis  dan Babinsa Gading turut hadir menyaksikan perjanjian kesepakan damai masing-masing pihak. Muhammad Qori setelah mendapat visum di RSUD Dr Soedarsono, kemudian pulang bersama orang tuanya. Lurah Krapyak saat ditanya membenarkan bahwa sudah ada kesepakatan damai dan berharap peristiwa serupa tidak akan terulang lagi, Lurah Nurbit menunjukan isi kesepakatan damai kedua belah pihak namun melarang wartawan untuk mengambil gambar dari surat tersebut. (dir/tag)

Tidak ada komentar: