PROYEK DRAINASE DARI PEMPROV JATIM DI DUGA ASAL JADI

Pasuruan, Tribunusantara -  Bantuan provinsi  Jawa Timur berupa drainase yang berada di dusun Jetis desa Prodo kecamatan Winongan tahun 2015 tak kunjun
g juga selesai.  Bahkan sudah banyak fisik bangunan yang rusak di sana-sini. .Subur kades Prodo sangat menyayangkan kondisi proyek yang berada di desanya. Bangunan saluran air itu tidak dikerjakan dengan baik, bahkan masyarakat merasa geram dan ingin bangunan itu dibongkar saja.

"Masih bisa diredam emosi warga mas," ucap Subur. Saya bahkan mengusahakan jalan masuk ke rumah-rumah penduduk yang rusak itu dengan membangun dengan dana sendiri  (swadaya : red)

Proyek drainase dengan pajang 180m  dana rp.125.000.000.00 dikerjakan bulan april sampai bulan Mei itu kwalitas adonan/campuran semen dan pasir tidak sesuai ( semennya sedikit) hingga tembok/dindingnya banyak yang rompal dan hancur.  Hal itu bisa ditemukan dan dilihat langsung di lokasi proyek.

"Sampai saat ini pemborong atau rekanan itu tidak saya buatkan berita acara pekerjaan mas," lanjut kades.  Karena bangunanya memang tidak bagus, nanti saya yang dimarahi warga.

Ketua LSM  di Pasuruan mengatakan hal yang senada, bahwa semua data dan foto sudah dikumpulkan dan berada di tangan Sumarsono.

"Kita akan laporkan permasalahan ini ke kejaksaan dan dinas terkait," ucap Sumarsono.  Biar hukum yang memastikan benar atau salahnya.  Marsono juga menammbahkan bahwa ada dugaan kuat dana pembangunan  proyek drainase  telah dikorupsi dan itu harus segera ditindak lanjuti.   Bagaimanpun juga tindak korupsi berakibat menyengsarakan rakyat dan jelas merugikan keuangan negara.

Sementara itu mahmud rekanan proyek yang berasal dari kota Sidoarjo belum bisa ditemui guna konfirmasi lebih lanjut. Melalui ponselnya saja dia mengatakan bahwa proyek sudah benar dan sesuai prosedur.

Mahmud juga mengatakan kalau masyarakat tidak terima silahkan melaporkan ke pihak penegak hukum. Dari handphone selulernya Mahmud juga mengatakan bahwa warga tidak perlu banyak omong. sudah dapat bantuan dari pemerintah, tidak berterima kasih, tapi malah nuntut yang tidak-tidak.  (ag/s))

Tidak ada komentar: