KADER PARTAI PAN MERASA DIZOLIMI PENGURUS PARTAI
Pasaman Barat, Tribun Nusantara - Polemik pencalonan dari kader partai seputar pilkada Pasaman Barat dipertanyakan oleh beberapa kader partai yang merasa di zalimi oleh pengurus partai. Disaat kader ingin maju sebagai calon bupati atau wakil bupati untuk Pilkada Pasaman Barat, saat ini jadi polemik di kalangan tokoh masyarakat, dan menimbulkan pertanyaan, ada apa dibalik tidak didukungnya kader yang akan untuk ikut mencalon diri sebagai kepala daerah? Hingga saat ini masih jadi pembicaraan hangat dan melahirkan misteri yang tak terjawab.Ada sinyalemen kuat tidak adanya kemampuan dari seorang kader, untuk membayar mahar untuk calon kepala daerah.Hal tersebut terungkap dari salah satu kader partai yang ikut mencalon sebagai calon Bupati Pasaman Barat, Syafrijon, SH.,MM., yang juga sebagai ketua tim Pilkada DPD PAN Pasaman Barat mulai angkat bicara dan menjelaskan kepada Media Sumbar akan mempertanyakan langsung terkait proses penjaringan bakal calon Bupati di Pasaman Barat. Dan selain itu juga Syafrijon mengatakan, Saya akan langsung mempertanyakan kepada ketua umum DPP PAN, Zulkifli Hasan di Jakarta terkait dengan proses penjaringan bakal calon Bupati yang berasal dari kader partai PAN dan saya tidak didukung dan dizalimi oleh ketua pengurus partai DPD PAN Pasaman Barat. Dan ironisnya menurut Syafrijon malah yang didukung bukan dari kader Partai PAN. Ada apa dibalik itu, ungkapnya.
LSM LP3DRI DPD Pasaman Barat (Burhan Sikumbang) menanggapi masalah kader partai yang tidak didukung oleh pengurusnya itu harus dipertanyakan ada apa dibalik itu. Dan menurut ketentuan dan aturan partai harus mendukung kadernya untuk dicalonkan sebagai calon bupati atau wakil bupati yang layak menurut peraturan dan ketentuan tentang pencalonan sebagai kepala daerah. Namun sebaliknya kenapa ini bisa terjadi banyak kader partai yang kecewa dengan pengurusnya tidak didukung, tentu ada indikasi dugaan gara-gara uang mahar. Ini harus diusut dan ditindaklanjuti oleh pihak-pihak yang terkait. Sedangkan saat ini yang banyak yang diduukung partai politik bukanlah kadernya. Ini harus dipertanyakan. (TIM)
Tidak ada komentar: