Ketua Poktan Ini Dituduh Menjual Traktor Bantuan Pemerintah

Pasuruan,  (TN) -  Mengingat Indonesia adalah negara agraris, Bantuan pemerintah yang digelontorkan pada sektor pertanian lumayan besar dan menjadi skala prioritas pemerintah pusat. Bantuan sektor pertanian dimaksudkan agar Swasembada pangan tahun 2016 tercapai. Tak tanggung-tanggung mulai pengadaan bibit, bantuan pupuk dan pengadaan mesin traktor  disalurkan kepada para petani di daerah-daerah.


Namun kendala selalu ada dalam praktek penyaluran bantuan tersebut. Ada penyelewengan pupuk,  manipulasi data, dan 1001 cara licik dilakukan oleh sejumlah oknum untuk mengeruk kepentingan pribadi. Ada yangmelakukankecurangan sendiri-sendiri, ada pula yang dilakukan secara berjamaah. Mungkin mereka tidak sadar bahwa kecurangan tersebut amat sangat merugikan para petani.

Seperti yang telah dilakukan oleh salah seorang ketua Kelompok Tani di dusun Gombyok Kelurahan Gempeng Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan.  Bantuan 1 unit  traktor untuk petani dari  pemerintah yang digunakan untuk membajak sawah di tiap desa raib dijual.  Petani merasa resah dengan ulah yang dilakukan oleh ketua kelompok Tani ' Sejahtera' ini. Mereka menanyakan hal ihwal raibnya mesin traktor bantuan pemerintah untuk petani itu.

Namun Ketua kelompok Tani Sejahtera, NURSADI bak hilang ditelanbumi. Nursadi ikut 'menghilang juga bersama hilangnya mesin traktor. Informasi yang berhasil dihimpun wartawan menyebutkan traktor tidak hilang. Traktor tersebut dijual lalu digantikan dengan traktor bekas. Alasannya traktor bekas lebih bagus dan lebih siap pake.

Nursadi, ketua Gapoktan saat dikonfirmasi Wartawan tidak ditempat dan barang bukti traktor tersebut juga tidak ada . Menurut  Sugiyanto anggota kelompok tani yang juga ketua RT 1/ 4 dusun Gombyok kelurahan Gempeng Bangil  mengatakan bahwa traktor tidak dijual  'tapi diganti  traktor bekas yang siap pakai. Traktor yang lama memang dijual lalu uang penjualan dibelikan traktor bekas yang harganya lebih murah.

"Bantuan dari pemerintah kami  tidak berani menjual mas ".ungkap Sugianto singkat tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Menurut warga dan kelompok tani Sejahtera barang tersebut dijual  dengan harga 9 juta lalu uang penjualan dibelikan lagi traktor dengan harga 8 juta lima ratus ribu rupiah.  Alasan penjualan traktor  seharga 23 juta dijual cuma 9 juta rupiah inilah yang menimbulkan kecurigaan dan keresahan para petani di Kelurahan Gempeng tersebut.

"Itu akal bulus saja" ungkap salah seorang petani yang namanya minta untuk tidak ditulis kepada MARKA. Kalau tidak ada penjelasan yang bisa diterima akal sehat mengenai penjualan mesin traktor itu, Kita akan melaporkan permasalahnnya ke Kepolisian, mental korup harus dilenyapkan," lanjutnya lagi. (n)

editor :  Tatag Buleng






Tidak ada komentar: