Ruteng, tribunusantara- Warga Reo, Dusun Naru, Kelurahan Reo, Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, Muhammad Guntur (50) sejak tahun 2004 sudah bergelut di bisnis beli jual garam.
Ayah empat orang anak itu kepada media ini di Reo, Minggu (31/5/2015) di kediamannya, garam dagangannya merambah ke semua pengusaha di Kabupaten Manggarai terutama di Ruteng, Kecamatan Langke Rembong.
Tiap dua pekan, garam-garamnya dikirim ke Ruteng ke 40 pelanggan sebanyak 300 karung dengan harga 45.000 rupiah per karung. Dalam sebulan dia menjual 600 karung dengan total penghasilan per bulan bisa mencapai 27.000.000 rupiah.
Soal tempat produksi, suami Jainap itu mengaku dia hanya sebagai pedagang biasa. Bahan dasarnya dibeli di Bima dengan menyewa perahu langganan. Hanya saja, terkadang agak sulit mendapat garam ketika terjadi musim barat dan garam harganya sangat mahal, sedangkan pada musim kemarau tidak mengalami kesulitan dan harga garam agak murah.
Mengenai usaha lain, dia lebih fokus pada usaha garam saja. “Saya juga berusaha di bidang batu akik sebagai kegiatan sampingan tetapi kegiatan inti harian adalah mengurus garam yang kemudian dibawa ke Ruteng”, kata Guntur.
Tidak hanya garam kasar yang dijualnya tetapi juga garam halus. Penjual garam halus, kata dia, tergantung pesanan pelanggan.
Dari hasil usahanya, dia berhasil menafkahi keluarga dan menamatkan anak-anaknya sampai jenjang Sekolah Menengah Atas. (Melky Pantur)